Telkomsel terkena deface

Telkomsel kena deface

Telkomsel adalah sebuah perusahaan telekomunikasi yang sangat besar di Indonesia, dan sekaligus menjadi layanan provider Internet yang jaringan nya sudah ada sekitar 90% di seluruh Indonesia. Namun sangat di sayangkan, mereka mematok harga yang sangat mahal.

Sebagai sebuah perusahaan besar, pasti sebagian kita berpikir, suatu hal mustahil bisa deface / hack website telkomsel. Namun, website adalah buatan manusia dan pasti nya tidak pernah luput dari kesalah, baik itu kesalahan security, coding, system dll.

Serangan deface disinyalir terjadi mulai kemarin malam tanggal 27 April 2017 hingga pagi ini (28 April 2017). Halaman website diutak-atik oleh seorang defacer, dipasangi gambar dan juga diberi tulisan yang penuh berisi kalimat makian dengan sebuah headline: Murahin harga KUOTA INTERNET, bangsat…!!!

Deface

Dan website yang terkena deface sudah terindex di google. Coba cek deh, cari di google dengan kata kunci “telkomsel” atau klik link berikut: LMGTF

deface

Memang, jika dibandingkan dengan provider lain, bisa dibilang Telkomsel menjual kuota yang relatif lebih mahal. Belum lagi, layanan HOOQVIU mendapatkan banyak kritikan dari para pengguna Telkomsel karena dianggap tidak berguna.

Berdasarkan informasi dari salah satu teman saya yang bekerja di perusahaan tersebut bahwa internet mereka mahal di karenakan perusahaan tidak menghandle aplikasi nya sendiri, melainkan menggunakan aplikasi buatan USA / Amerika (Oracle), dan setiap tahun mereka membayar untuk lisensi kepada Oracle Amerika. Padahal di Oracle itu, ada sekitar 10% pekerja nya adalah orang Indonesia 😀
Apa salah nya telkomsel memanggil para pekerja Indonesia di sana untuk bekerja di Indonesia dan membangun negara nya sendiri.

Internet memang bisa disebut sebagai kebutuhan pokok di era modern ini. Tanpa internet, banyak orang yang bakalan kesusahan karena hampir segala macam pekerjaan juga menggunakan internet. Namun bukan berarti provider Internet di Indonesia bisa memasang tarif yang sangat mahal dan membagi bagi pembayaran koneksi seperti 3G hanya bisa di gunakan pada jaringan 3G dan 4G hanya bisa di gunakan pada jaringan 4G. Apalagi menggunakan system quota yang sangat membatasi masyarakat untuk mencari ilmu dan informasi.

Leave a Reply

%d bloggers like this: